oleh

Dihadang Tes Swab dan Tilang, Puluhan ‘Pencuri Start’ Putar Balik di Pos Penyekatan

BANDUNG – Larangan pemerintah agar warga tidak mudik Lebaran tahun ini diterapkan dengan gencar.  Polisi yang kini banyak memagari jalan raya tidak mau ambil risiko aturan berbasis pencegahan Covid-19 ini sampai dibobol.

Di beberapa titik pos penyekatan, polantas berjaga untuk memutarbalikkan pengendara yang nekat mudik. Larangan ditetapkan dan berlaku mulai 6 hingga 17 Mei mendatang. Namun, jelang pemberlakuan aturan tersebut, polisi memperketat penjagaan agar tidak ada pemudik yang ‘curi start’.

Terkait hal itu, Waka Sat Lantas Polresta Bandung, AKP Adimas Sriyono Putra mengatakan pihaknya kembali melakukan penyekatan pada Sabtu (1/5/2021).

Berdasarkan pemantauan, tampak unsur Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), serta petugas kesehatan terlibat dalam pencegatan pemudik tersebut.
Adimas menjelaskan, penyekatan merupakan bentuk dukungan terhadap aturan pemerintah agar masyarakat tidak mudik pada Lebaran 2021 dan menekan penyebaran kasus Covid-19.

“Kami memutarbalikkan kendaraan-kendaraan dari luar Kota Bandung, ataupun Kabupaten Bandung yang tidak memiliki surat swab,” ujar Adimas kepada Jabar Ekspres di pos penyekatan Cileunyi pada Sabtu.

Alasan para pengendara harus memiliki surat tes swab, kata Adimas, agar diketahui terbukti bebas dari paparan virus Covid-19.

Baca:   Bocah Bawa Picanto, Lima Motor Ditabrak, Seorang Pengendara Tewas

Sementara itu, dalam setengah jam saja, petugas telah merazia lebih dari 100 kendaraan dan meminta mereka menunjukkan surat tes swab.

“Ada kurang lebih sekirat 90 mobil yang menolak untuk rapid atau swab. Jadi sudah ada 90 kendaraan yang diputar balik, sedangkan yang mau melaksanakan swab kami lihat sekitar 40 kendaraan,” imbuhnya.

Dalam pemaparannya, Adimas menerangkan, di wilayah Kabupaten Bandung saat ini terjadi sedikit peningkatan jumlah kendaraan.
“Sampai hari ini kami lihat di Kabupaten Bandung, memang ada terjadi sedikit peningkatan. Namun tidak terlalu signifikan untuk kendaraan dari luar Kota Bandung,” tuturnya.

Penyekatan ini akan terus dilakukan hingga 6 Mei mendatang.
“Menjelang tanggal 6 (Mei), kegiatan penyekatan akan terus dilakukan oleh Sat Lantas Polresta Bandung,” katanya.

Ia menjelaskan, para pengendara yang melintasi wilayah pos penyekatan Cileunyi memiliki tujuan untuk kegiatan pekerjaan hingga jalan-jalan.

“Dari yang kami temui, rata-rata hanya sekadar jalan-jalan ataupun berkunjung. Kemudian juga ada yang bekerja. Untuk mudik sendiri belum terpantau sama sekali,” katanya.

Baca:   Punya Perhitungan Sendiri, Jamaah Aboge Memulai Puasa Rabu 14 April

Selain memberi imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan mudik pada Lebaran tahun ini, Adimas juga menegaskan tidak ada toleransi bagi yang memaksa, alias tetap diputarbalikkan ke wilayah asal.

Di Jawa Tengsh, Polres Pekalongan Kota, dalam Operasi Ketupat Candi 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021, akan bertindak tegas pada setiap warga yang nekat mudik, dengan meminta mereka berputar balik.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pekalongan Kota, AKP Nanik Purwaningsih, menegaskan bahwa dalam penyekatan ini, petugas juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat, agar menaati protokol kesehatan, termasuk memakai masker.

“Sasaran dalam operasi tersebut, adalah para pemudik dari luar daerah, yang akan masuk ke Kota Pekalongan. Jika ada mereka yang nekat mudik, akan kami paksa untuk kembali putar balik dari arah semula. Penempatan petugas atau personel, kami tempatkan di perbatasan dan titik strategis untuk mengawasi mereka yang nekat mudik,” tegas Kasatlantas, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Menurut Kasatlantas, kendati arus mudik di Kota Pekalongan saat ini belum terlalu padat dan wilayah Kota Pekalongan tidak termasuk 14 titik posko penyekatan dari Polda Jateng, pihaknya bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan juga tetap melakukan penyekatan.

Baca:   Kang Emil Mau Pindah Kantor ke Depok, Ada Apa?

Penyekatan dilakukan di beberapa titik pos yang disiapkan, salah satunya di Exit Tol Setono Pekalongan. Penyekatan sebagai upaya mendeteksi perantau, yang nekat mudik lebih awal.
Ketika lalu lintas sudah mulai padat, pihaknya akan langsung melaksanakan penyekatan bersama tim gabungan.

“Untuk lokasi penyekatan, melihat situasi dan kondisi serta arahan dari pimpinan kami (Kapolres Pekalongan Kota-red). Dalam pelaksanaan penyekatan, kami akan periksa satu persatu kendaraan berpelat nomor luar daerah Kota Pekalongan,” kata dia.

Selain memeriksa surat-surat, petugas juga akan mengecek kondisi kesehatan pengemudi serta penumpangnya. Pengecekan antara lain adalah pada suhu tubuh dan tes rapid antigen.

“Jika ada yang dinyatakan positif dari tes rapid tersebut, maka langsung kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, untuk merujuk ke rumah sakit terdekat dan menjalani isolasi,” kata dia. (*)

Komentar

Berita Lainnya