oleh

Skandal Pencabulan Anak Terkuak dari Pesan Mesra di Ponsel

TANJUNGPINANG – Kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan seorang lurah di Tanjungpinang Kota kini ditangani Polres Tanjungpinang.

Lurah berinisial ER (40) ini mencabuli dua keponakannya sekaligus, di rumahnya sendiri.

Kedua ponakannya itu, Bunga (13) sudah dicabuli 15 kali, dan Mawar (11) empat kali. Keduanya nama samaran

Menurut Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando S, kronologi kejadian pencabulan yang dilakukan oknum lurah ini berlangsung setahun lebih.

Pelaku melakukan pencabulan terhadap dua ponakannya itu saat sang istri sedang tidak di rumah.

Kata Kapolres, korban adalah keponakannya sendiri. Awal kejadian, saat itu korban sedang menonton TV tiba tiba digerayangi pelaku.

Oknum lurah ini mengancam agar apa yang mereka perbuat tidak diceritakan kepada siapa pun.

Baca:   Kenalan di Instagram, Hamili Anak di Bawah Umur, Pria Ini Terancam 15 Tahun Penjara

“Janji sama Om, ya. Nanti keluarga kita berantakan,” bujuk tersangka sambil terus menggerayangi korban seperti diceritakan Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernado menirukan keterangan korban.

Skandal cabul dalam keluarga ini terungkap dari kecurigaan istri tersangka kepada korban.

Istri tersangka mengecek ponsel korban dan menemukan adanya percakapan mesra dan cabul melalui pesan singkat antara oknum lurah dengan korban.

“Istri pelaku curiga dan menemukan pesan di HP korban. Pesannya mengarah ke seksual. Saat ditanyakan, korban mengakui adanya pencabulan oleh pamannya itu,” ujarnya seperti dilansir keprinews.id, grub siberindo.co.

Awal kejadian, korban pernah bercerita kepada pamannya, bahwa dirinya pernah dicabuli gurunya sendiri yang merupakan ustaz ternama di Tanjungpinang.

Sebagai paman, bukan melindungi ponakan, namun malah merayu korban untuk melakukan perbuatan tidak senonoh bersamanya.

Baca:   Pria Paruh Baya Ditangkap karena Cabuli Bocah 10 Tahun

Perbuatan bejat yang dilakukan seorang paman kepada keponakannya sendiri ini berjalan sangat mulus selama setahun.

Bahkan, menurut pengakuan korban, kejadiannya ini sudah dilakukan sebanyak 15 kali terhadap Bunga (13) dan kepada adik korban Mawar (11) sebanyak 4 kali.

Kini oknum lurah inisial ER (40) bersama oknum guru agama berinisial RZI (31) diamankan polisi.

“Kami tetapkan dua tersangka dulu. Sementara tersangka yang satu lagi, yaitu seorang penjaga toko saat ini masih di opname di rumah sakit,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, karena peristiwa tempat dan waktunya berbeda, maka berkas perkaranya dipisahkan.

Diberitakan sebelumnya, seorang lurah di Tanjungpinang dilaporkan istrinya ke polisi, Rabu (27/5/2021), karena mencabuli dua anak di bawah umur yang masih keponakannya sendiri.

Baca:   Libur, Sejumlah Jalan Berlaku Satu Arah

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra membenarkan adanya laporan pencabulan itu.

Menurut Kasat Reskrim, selain oknum ustaz dan lurah yang sudah berkali-kali mencabuli dua anak tersebut, ada juga satu pelayan toko yang ikut berbuat hal memalukan itu.

Praktis dua remaja ini seolah “digilir” oleh ketiga pelaku sejak tahun lalu.

“Laporannya Rabu (27/5/2021). Ada dugaan pencabulan. Tiga pelakunya oknum lurah, ustadz dan seorang pelayan toko di kota Tanjungpinang,” ujar AKP Rio, Kamis (27/5/2021) siang.

Para tersangka ditetapkan melanggar Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal atau paling rendah 5 tahun. (cr11)

Komentar

Berita Lainnya