oleh

Zona Hijau, Sulsel Catat Angka Kasus Harian Paling Kecil

MAKASSAR—Data Kementerian Kesehatan RI melalui asesmen situasi pandemi Covid-19 merinci, Sulsel masuk dalam sembilan provinsi zona hijau.

Penambahan kasus harian paling kecil, sebanyak 50 kasus. Tren kesembuhan pada angka 97,5 persen dan angka kematian yang rendah yakni 1,5 persen.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Senin, 21 Juni, menegaskan, Sulsel masuk kategori Zona Hijau tentunya berkat doa bersama dan usaha berbagai stakeholder TNI-Polri, kabupaten/kota, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, Tenaga kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat bahu membahu dalam upaya penerapan prokes.

Baca:   Tambang Liar Ganggu Jalan Nasional Solok dan Solok Selatan

Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menembus angka 2 juta setelah ada penambahan 14.536 kasus per Senin, 21 Juni. DKI Jakarta masih konsisten di angka 5.000-an, yakni 5.014 kasus. Sehari sebelumnya, Minggu, 20 Juni mencetak rekor dengan 5.582 kasus positif baru.

Meski penambahan kasus positif Covid-19 di Sulsel hanya 50 kasus, Sudirman mengingatkan agar meski masuk zona hijau, masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Termasuk menjaga imun tubuh agar prima menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca:   12 PMI Warga Kabupaten Magetan Tiba di Surabaya

“Berdoa saja di Sulsel tetap aman. Tentu kita harus waspada terkait itu (lonjakan Covid-19). Insyallah Sulsel tetap terkendali,” harap Andi Sudirman.

Pengamat Ekonomi Unhas, Hamid Paddu mengatakan, aspek ekonomi dan kesehatan saat menghadapi Covid-19 bagaikan dua sisi mata uang yang harus berjalan bersamaan.

“Jadi, kalau pemerintah bilang itu seperti injak rem dan gas, harus diseimbangkan dua-duanya,” ujarnya.

Ekonom Kementerian Keuangan RI ini menerangkan, vaksin merupakan metode pencegahan yang efisien dalam menyeimbangi aspek ekonomi dan kesehatan, karena memiliki manfaat yang paling besar.

Baca:   Sulsel Punya Modal Kuat Percepat Pemulihan Ekonomi

Namun, Hamid mengingatkan bahwa peran vaksin untuk melindungi dari risiko yang lebih besar, bukan untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh manusia. Penerapan protokol kesehatan tetap harus ditegakkan.

“Tidak semua sempurna, ada keterbatasan. Oleh karena itu, ada pencegahan berlapis-lapis. Itu cara agar ekonomi bisa tumbuh, kita bisa sejahtera, sehat, dan produktif, juga bisa bekerja dan beribadah dengan baik,” tutupnya. (asr)

 

Komentar

Berita Lainnya