oleh

Awas! Jenis Baru Corona Lebih Cepat Menular

JAKARTA – Inggris mengumumkan munculnya varian baru virus Corona. Seorang pasien Corona asal Italia ditemukan tertular Corona dari varian ini.

“Italia telah mendeteksi seorang pasien yang terinfeksi jenis baru virus corona yang juga ditemukan di Inggris,” kata kementerian kesehatan Inggris, Minggu (20/12/2020) sebagaimana disiarkan BBC yang mengutip Reuters.

Pasien tersebut baru saja kembali dari Inggris beberapa hari terakhir. Ia mendarat di bandara Fiumicino Roma dan kini tengah menjalani isolasi.

Kini beberapa negara tetangga Inggris mulai melarang masuk pendatang dari Inggris.

Pelarangan ini diterapkan di tengah kekhawatiran mutasi Corona dari Inggris memicu lonjakan kasus Corona di negara-negara Eropa.

Baca:   PN Jakarta Pusat Tutup, 40 Pegawai Reaktif Covid-19

Sejumlah negara turut melarang perjalanan ke Inggris termasuk Turki, Iran dan Belanda.

Kepala petugas medis Inggris, Chris Whitty menyebut mutasi Corona yang baru-baru ini ditemukan dipastikan lebih menular.

“Namun hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan strain baru yang ditemukan lebih mematikan atau mempengaruhi vaksin,” jelas Prof Whitty.

“Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan terus menganalisis data yang tersedia untuk meningkatkan pemahaman kami,” kata Prof Whitty.

Pihak WHO mengatakan telah berkomunikasi dengan pejabat Inggris terkait munculnya varian virus Corona baru.

Baca:   Cut Meyriska Dilabrak Lawan Main Roger Danuarta

Varian baru ini menyebar lebih cepat dari versi virus aslinya, tetapi diyakini tidak lebih mematikan.

Sebagian besar Inggris tenggara, termasuk London, sekarang berada di bawah aturan pembatasan baru yang lebih ketat dalam upaya untuk menekan penyebaran virus yang cepat.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian baru ini bereaksi berbeda terhadap vaksin.

Pihak WHO juga tengah meninjau laporan mutasi Corona baru yang ditemukan di Inggris. Disebutkan, pihak WHO akan terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Inggris dan memantau varian baru Corona ini.

Hari Minggu (20/12), Belanda memberlakukan larangan penerbangan penumpang dari Inggris karena varian baru virus tersebut.

Baca:   Kasus Sembuh Covid-19 Meroket Tajam, DKI Masih Sumbang Positif Terbanyak

Larangan itu akan tetap berlaku hingga 1 Januari, kata pemerintah Belanda.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, melaporkan kepada para anggota dewan di Majelis Rendah bahwa sedikitnya 60 pemerintah daerah telah mencatat infeksi yang disebabkan oleh varian baru itu.

Hancock menjelaskan, dalam sepekan lalu terjadi lonjakan tajam dan eksponensial infeksi virus corona di London, Kent, sebagian daerah di Essex, dan Hertfordshire.

“Saat ini kami mengidentifikasi lebih dari 1000 kasus dengan varian ini terutama di Inggris Selatan meskipun kasus telah ditemukan di hampir 60 wilayah administrasi. (*)

 

Komentar

Berita Lainnya