oleh

Satgas TNI Beri Bimbingan Belajar Anak di Perbatasan RI-PNG

PAPUA – Personel Satgas TNI Yonif Raider 100/Prajurit Setia (PS) memberikan bimbingan belajar dalam upaya meningkatkan kecerdasan anak-anak di daerah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG). Menggunakan seragam lengkap, mereka mengajar dengan fasilitas seadanya.

Seperti dilansir dari iNews.id, Komandan Pos (Danpos) Arso 13 Satgas Yonif Raider 100/PS Letda (Inf) Tri Yanto dalam keterangannya mengatakan, keterlibatannya menggelar bimbingan belajar anak di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua dipimpin Serka Edy Suhendra bersama Praka Vidiantoro.

Baca:   Pembangunan Jembatan Atas Laut Lombok-Sumbawa Masuk Studi Kelayakan

“Walaupun di akhir penugasan, tidak mengurangi semangat prajurit dalam membimbing anak-anak Kampung Naramben. Bimbingan belajar ini diberikan dalam mengisi waktu luang anak anak sekolah dengan hal yang bermanfaat, khususnya mengulas kembali pelajaran yang mereka terima di sekolah,” katanya.

Dia menambahkan pelaksanaan bimbingan belajar tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya belajar bagi anak-anak usia dini, terutama di bangku sekolah dasar (SD).

“Budaya belajar harus terus dikembangkan dan dilestarikan, harapannya bahwa belajar dapat dijadikan kebiasaan dan kebutuhan bagi anak-anak sekolah sebagai penerus generasi bangsa,” kata Tri Yanto.

Baca:   Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI Dilaksanakan di 4 Titik

Dengan ilmu yang dibekali kepada personel pos, diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan anak sehingga mereka tetap mengingat materi yang ada di sekolah.

“Diharapkan dengan adanya bimbingan ini, pemahaman anak-anak akan materi pelajaran yang mereka terima sebelumnya di sekolah bisa lebih ditingkatkan lagi, sehingga waktu luang mereka dapat dimanfaatkan dengan baik” katanya.

Baca:   Mulai Jumat Besok, Susi Air Terbangi Lagi Pasaman Barat-Pekanbaru

Bimbingan ini dilaksanakan Satgas sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak sekolah yang berada di sekitar pos.

“Agar waktu bermain anak-anak juga tidak terganggu,” katanya dilansit Papua.iNews.id.

“Mudah-mudahan bimbingan belajar yang diberikan ini makin memudahkan anak-anak untuk memahami pelajaran yang mereka terima di sekolahnya, juga kepada anak yang belum bisa membaca dapat perlahan mulai bisa membaca dengan mengajarinya dengan sabar,” ujar Tri Yanto. (*/cr2)

Komentar

Berita Lainnya