oleh

Enam Prajurit TNI AL Keroyok Warga Hingga Tewas Lalu Sembunyikan Mayat Korban

JAKARTA – Enam oknum prajurit TNI Angkatan Laut (AL) menculik dan menganiaya dua warga sipil di Purwakarta, Jawa Barat.

Satu dari dua korban penculikan itu tewas. Jenazahnya sempat disembunyikan karena para pelaku panik.

Hal ini diungkapkan Komandan Puspomal Laksamana Muda TNI Nazali Lempo dalam keterangan pers di Markas Pusat Polisi Militer TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (18/6/2021).

Kasus ini, kata Nazali, dipicu oleh aduan pihak calon istri salah satu oknum prajurit tersebut.

Menurut Nazali, orang tua dari calon istri salah satu oknum prajurit itu mengadu, bahwa mereka telah kehilangan mobil.

Baca:   Alasan Cinta Laura Ogah Beli Tas Harga Puluhan Juta

Oknum TNI itu kemudian berinisiatif membantu dengan mencari mobil milik keluarga pacarnya ini.

Dalam proses pencarian itu, dia melibatkan lima temannya di TNI AL yang diketahui sebagai atlet dayung yang tengah berlatih di kawasan Purwakarta.

Setelah dilakukan pencarian, pelaku yang ternyata dua orang warga sipil ini pun ditemukan.

Kemudian, kata Nazali, para anggota TNI itu membawa dua orang warga tersebut ke Wisma Atlet Purwakarta.

Dua warga sipil ini akhirnya mengakui bahwa mereka telah menggelapkan bahkan menjual mobil tersebut.

“Itulah awal kejadiannya. Mungkin anggota kami di luar kendali saat menekan warga itu. Saat itu terjadi tindakan yang di luar batas,” kata dia.

Baca:   2021, Jalur Puncak Dua Mulai Digarap Kementerian

Tindakan tersebut berakibat fatal, sehingga satu di antara dua warga yang diinterogasi itu meninggal.

Namun karena panik, para oknum TNI ini tak melaporkan kejadian itu ke atasannya, malah menyembunyikan jenazah warga tersebut.

“Kami mengambil tindakan tegas. s
Segera mencari, mengamankan jenazahnya untuk kita visum di rumah sakit RSCM,” kata dia.

Saat ini, perkara tersebut telah dilimpahkan dan ditangani Pusat Polisi Militer Angkatan Laut.

“Kasus ini kami tarik ke Puspomal. Pelakunya sudah ada enam orang sekarang sudah ditahan,” ujar Nazali.

Dalam waktu dekat, katanya, setidaknya lima hari, berkas sudah dikirim ke Pengadilan Militer.

Baca:   Korupsi Jerat Kepala Daerah, LaNyalla: Perlu Regulasi Tekan Biaya Pilkada

Keenam anggota TNI AL ini, kata Nazali, terbukti melanggar pasal 351 KUHP dan Pasal 354 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

“Itu nanti hukumannya maksimal 10 tahun. Dan proses ini kami transparan,” ujar dia.

Dia memastikan, keluarga korban diizinkan melihat langsung proses peradilan di Pengadilan Militer TNI AL, sesuai arahan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

“Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan prajurit angkatan laut pasti ditindak tegas. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain seperti ini,” kata dia. (*)

Sumber: kompas.tv, rri.co.id, cnnindonesia.com, metro.tv,

Komentar

Berita Lainnya