oleh

Penangkapan Syahganda dan Jumhur Hidayat Dicurigai Ulah Orang Dekat Jokowi

JAKARTA – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu Arief Poyuono mengaku sudah melobi Presiden Joko Widodo agar memerintahkan Kepala Polri Jenderal Idham Azis membebaskan dua aktivis KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang ditahan.

Kedua aktivis KAMI yang dibela Arief itu adalah Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Keduanya sudah berstatus tersangka dan ditahan oleh Bareskrim.

“Yang pasti saya sudah sampaikan ke orang kepercayaan Pak Jokowi agar Syahganda dan Jumhur dibebaskan. Segera,” jelas Arief seperti dikutip dari jpnn.com, Sabtu (17/10/2020).

Baca:   Astaga! Penyuap Sang Jenderal Diperiksa 12 Jam

Namun, mantan wakil ketua umum Partai Gerindra itu tidak menyebut siapa orang kepercayaan Presiden Jokowi yang dia titipi pesan itu.

Arief berharap agar Syahganda dan Jumhur dibebaskan dari penahanan dan kasusnya dihentikan atau SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

“Ya dibebaskan dulu yang penting dan kemudian SP3 lah,” pintanya.

Arief menilai dua aktivis KAMI itu bukan bukan penjahat negara dan bukan seorang teroris apalagi koruptor.

Baca:   Petinggi KAMI Pusat Dicokok Tim Bareskrim Polri

“Artinya kapolri harus melihat itu semua,” ujarnya.

Menurutnya, Syahganda dan Jumhur merupakan tokoh pergerakan demokrasi yang memang saat ini sedang berbeda pendapat dengan pemerintah dan sering mengkritik pemerintah. 

Namun, tujuan mereka mengkritik pemerintah bukan untuk makar tetapi masih dalam koridor di sebuah negara demokrasi. Apalagi, pemerintahan ini membutuhkan kritik supaya bisa dinilai kinerjanya.

Selain itu, Arief juga meyakini bukan Presiden Jokowi yang memerintahkan penangkapan Syahganda dan Jumhur.

Baca:   Tiga Tersangka Red Notice, Akui Aliran Dana dari Djoko Tjandra

“Saya curiga orang-orang dekat Jokowi yang memerintahkan mereka ditangkap dan ditahan,” ungkapnya

Dia mengatakan, bila Syahganda dan Jumhur memang diduga melanggar UU ITE maka diproses saja secara elegan. 

Polisi tinggal memanggil keduanya dan melakukan pemeriksaan untuk diklarifikasi soal tulisannya di media sosial.

“Diperiksa saja dulu tidak perlu ditahan dan digelandang macam koruptor-koruptor, Djoko Chandra dan para bandar narkoba. Tidak (perlu) digelandang dan ditunjukkan pada publik,” pungkas Arief. (jpn/sam)

Komentar

Berita Lainnya