oleh

Pendakian Gunung Agung Dilarang

Petugas BPBD Karangasem sedang merakit rambu larangan mendaki ke puncak Gunung Agung di jalur pendakian Pura Pasar Agung Sebudi, Kecamatan Selat


KARANGASEM — Gunung Agung masih menyimpan potensi berbahaya bagi masyarakat. Hal itu dikarenakan  gunung dengan puncak ketinggian 3142 mdpl itu masih berstatus waspada (level II) dan sewaktu-waktu masih memiliki potensi erupsi.

Mengurangi  risiko akan  potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mengambil langkah sigap, yakni memasang rambu larangan bagi warga masyarakat untuk tidak melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung di Pura Agung Giri Tohlangkir, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Selat, Karangasem pada Rabu (11/11/2020).

Baca:   Azis Syamsuddin Apresiasi atas Kerja Keras dan Komitmen yang Terus Dibangun KPK

“Rambu larangan ini kita pasang, karena masih saja ada warga yang nekat melakukan pendakian. Pemasangan rambu larangan ini juga sebagai upaya untuk mengurangi risiko terhadap potensi buruk yang dimunculkan dari Gunung Agung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa di sela-sela pemasangan rambu larangan tersebut.

Arimbawa menjelaskan, Gunung Agung masih memiliki potensi erupsi dengan radius bahaya di 2 kilometer dari puncak. Meski begitu,  pihak PVMBG tetap melarang  adanya aktivitas   untuk melakukan pendakian.

Baca:   Tindak Kekerasan Terhadap Relawan Kesehatan Muhammadiyah Bukti Polisi Anarkis 

Pemasangan rambu larangan itu, kata Arimbawa, sengaja difokuskan di Pasar Agung, karena  selama ini menjadi jalur paling cepat untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung.

“Selain di Pasar Agung, kita juga akan memasang papan larangan pendakian di jalur pendakian Pengubengan Besakih, Yeh Kori, Pucang dan jalur pendakian yang lainnya,” pungkasnya. (nda/tio/bfn)

Komentar

Berita Lainnya