oleh

Tahun ini, Asesmen Kompetensi Guru Madrasah Diterapkan

PALEMBANG – Kementerian Agama (Kemenag) kini menyusun instrumen asesmen kompetensi guru madrasah. Asesmen ini disusun berbasis teknologi dan sistem informasi (TSI).

Ada juga instrumen asesmen kompetensi kepala dan pengawas madrasah yang juga sedang disusun Kemenag.

Menurut Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno mengatakan, pihaknya berkomitmen melakukan peningkatan mutu kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah.

Di hadapan tim penyusun dan reviewer, Suyitno menjelaskan arah penguatan kompetensi guru, kepala, dan pengawas madrasah melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

“PKB Madrasah dinilai sebagai kebijakan yang strategis untuk peningkatan kompetensi dalam wadah komunitas pembelajar yang mampu memberikan pembinaan secara langsung kepada guru dan tenaga kependidikan madrasah,” jelasnya di Palembang, Jumat (11/9/2020) seperti dikutip di laman portal Kemenag RI.

Baca:   Liga Italia Terancam Ditangguhkan, Ini Penjelasannya

Menurut guru besar UIN Raden Fatah ini, hasil asesmen kompetensi yang berbasis TSI ini akan dilaksanakan secara masif pada 2020. Hasil itu akan digunakan sebagai baseline data pemetaan kompetensi sekaligus rujukan pemetaan program PKB Madrasah.

“Pelaksanaan asesmen kompetensi harus dilakukan secara totalitas (quality reform), sehingga hasilnya lebih terarah serta mampu merumuskan dan meminimalisir permasalahan kompetensi yang selama ini dihadapi para guru dan tenaga kependidikan madrasah,” sambungnya.

Sementara, Kepala Seksi Bina Guru MI dan MTs, Mustofa Fahmi menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan tanpa mengetahui kekuatan dan kelemahan guru ibarat mencari tikus di lumbung padi. Oleh karena itu perlu ada upaya pemetaan kompetensi guru yang tangible melalui asesmen.

Baca:   Ngobrol Bareng Susi, Mike Tyson: Dipenjara Anggap Liburan

Program asesmen kompetensi ini meliputi Asesmen Kompetensi Guru (AKG), Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah (AKK), dan Asesmen Kompetensi Pengawas (AKP). Ditjen Pendidikan Islam telah menetapkan tim penyusun instrumen soal dan tim reviewer yang terdiri dari para akademisi dan pakar pendidikan yang sangat kompeten. Mereka akan memfokuskan konten materi asesmen yang berorientasi kepada guru dan juga peserta didik.

“Saat ini tim penyusun maupun reviewer sedang menyusunan instrumen. Mereka terus melakukan komunikasi intensif baik secara tatap muka maupun daring,” jelas Fahmi.

Baca:   Waspada Akun FB Palsu, Tiga Kepala Daerah Korbannya

Fahmi yang juga sebagai Koordinator Komponen 3 Proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) IBRD Loan Number 8992-ID Tahun Anggaran 2020 ini menuturkan, skema finalisasi asesmen nantinya akan melalui tahapan review, uji publik, dan digitalisasi konten secara selektif.

Hal ini dimaksudkan supaya output hasil asesmen kompetensi ini benar-benar berkualitas karena akan disajikan dalam bentuk rapor kompetensi bagi setiap guru, kepala dan pengawas madrasah.

“Guru, kepala dan pengawas madrasah harus dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti asesmen kompetensi yang dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan,” tandasnya. (*/arl)

Komentar

Berita Lainnya