oleh

Polisi Bongkar Mafia Tanah di Surabaya: Tiga Orang Jadi Tersangka, ASN Terlibat

SURABAYA–Satgas mafia tanah Polrestabes Surabaya membongkar kasus mafia tanah di Surabaya. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Ketiga tersangka yakni DP (49), SH (52), dan S (52). Nama terakhir merupakan seorang ASN. Mereka mencaplok lahan tambak milik warga di Manukan Kulon, Surabaya yang aslinya tidak dijual oleh pemiliknya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Eddizon Isir mengatakan terbongkarnya kasus ini berawal dari terbitnya peta bidang.

Baca:   Ustaz Muda 'Islam Itu Indah' Nikahi Selebgram

“Dapat saya gambarkan secara singkat, kasus ini konstruksinya adalah telah terbit peta bidang. Namun objeknya itu tidak berada di lokasi yang di maksud atau lokasinya tidak benar. Kenapa, karena para pemilik lahan itu tidak pernah mengajukan, belum ada yang berpindah tangan,” kata Isir saat rilis di Polrestabes Surabaya, Kamis (10/6/2021).

Baca:   Catat! Vaksinasi Covid-19 Hanya Untuk Usia Dewasa

“Dari hasil proses penyelidikan, kita bisa memetakan karena ada kelompok yang mencari tanah, kemudian ada kelompok melakukan ikatan jual beli, kemudian ada kelompok mensetting untuk melakukan gugatan perdata di pengadilan, kemudian ada kelompok mengajukan penerbitan sertifikat hak milik. Jadi ada empat sub skenario ini,” ungkap Isir.

Isir menyebut ketiga tersangka memiliki peran masing-masing dalam kasus mafia tanah ini.

Baca:   DPR Setujui Penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri

“Dari tiga tersangka ada tersangka yang mulai dari awal. Kaitan dengan tanah, ikatan jual beli. Pengadilan sampai dengan kemudian dengan pengurusan. Ada juga yang berperan di masing-masing sub. Tapi dari rangkaian ini terbitlah yang objeknya salah atau tidak tepat,” lanjut Isir.

 

Komentar

Berita Lainnya