oleh

GMKI Ambon Tuntut Pemberlakuan New Normal

AMBON – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon meminta Pemerintah Kota untuk menghentikan pelaksanaan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka juga menuntut Pemkot Ambon untuk mempersiapkan masyarakat masuk pada tahapan normal menuju ke new normal.

Kordinator aksi, Daniel Watloly menegaskan, masyarakat Ambon sudah tidak ingin lagi PSBB diberlakukan. Mereka memilih tetap melaksanakan aktivitas di tengah PSBB, karena kondisi ekonomi keluarga yang semakin menurun selama PSBB berjilid-jilid dilaksanakan.

“Pemkot Ambon tidak tegas dan tidak efektif dalam penerapan sanksi PSBB, sehingga GMKI mengusulkan untuk jangan lagi PSBB ini diberlakukan. PSBB hanya menghabiskan uang untuk para aparat keamanan yang harusnya menegakkan dan memberikan sanksi tetapi sanksi-sanksi tidak pernah dilaksanakan,” tegas dia seperti diberitakan Info-ambon.com grup Siberindo.co.

Dalam aksinya, para mahasiswa juga membawa beberapa spanduk, diantaranya ‘PSBB berjilid derita rakyat pung berjilid-jilid’. ‘Lebih baik diputusin pacar daripada hilang piring makan’.

Baca Juga:   Akui Kebobolan di Awal, Bawaslu Buka Kemungkinan Penundaan Pilkada 2020

Pemkot Ambon, lanjut Watloly, juga harus segera mempersiapkan tahapan pra normal menuju new normal. Caranya, melakukan sosialisasi baik dari media sosial, media online, maupun media cetak ataupun alat pengeras suara lampu lalu lintas,  dikarenakan tingkat pengaruh media dalam mempengaruhi masyarakat tentang informasi COVID-19 sangat besar.

“Untuk menekan laju mobilisasi masyarakat turun ke pasar Mardika maka kami GMKI cabang Ambon mengusulkan untuk perbanyak pasar tradisional pada setiap kompleks,” sambungnya.

Sementara untuk mendukung work for home (WFH) selama pandemi, maka GMKI minta agar di setiap RT dipasangkan wi-fi untuk membantu anak-anak dalam sekolah dan mahasiswa dalam berkuliah.

Baca Juga:   Masa Pandemi Jelas Untungkan Petahana

GMKI juga membeberkan hasil survei terkait PSBB, dimana Walikota harus membuat kebijakan dan peraturan yang lebih baik dan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat di kota ambon dalam beraktifitas. Hasil survei itu juga memperlihatkan bahwa bantuan yang diberikan kepada masyarakat belum sepenuhnya tepat sasaran. 

“Pemberian empat sehat 5 sempurna tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarkat, dan terkait tahapan PSBB di Kota Ambon bahwa sebagian masyarakat tidak puas, terkait berlakukan new normal bahwa sebagian masyarakat secara garis besar setuju untuk tahapan menuju normal, karena sebagian masyarakat tidak percaya dengan adanya virus COVID-19,” tandasnya.

Baca Juga:   Berikut Data Pasien di RSD Wisma Atlet dan Pulau Galang

Aspirasi para mahasiswa GMKI Ambon langsung diterima Sekkot Ambon, Anthony Gustav Latuheru. Kepada para mahasiswa, Anthony menyampaikan Pemkot sudah memberikan bantuan kepada 51 ribu Kepala Keluarga  (KK) yang berada di Kota Ambon, dengan 5 bantuan yakni, BLT, PKH, BST, Kartu Sembako, Bansos Pemkot. 

“Ade-ade harus melakukan survei ulang kepada masyarakat dari tingkat lurah dan RT untuk lebih mengetahui data yang lebih akurat,” katanya.

Anthony sependapat dengan permintaan para mahasiswa GMKI untuk pemberlakuan new normal. Pihaknya berharap, semua masyarakat bisa lakukan protokol kesehatan, dengan kesadaran, sehingga mata rantai penyebaran COVID-19 di Ambon-Maluku ini bisa kita lewati dengan baik. (sam)

Komentar

Berita Lainnya