oleh

Mudik Dilarang, Takbir Keliling dan ‘Open House’ juga Tak Dibolehkan

TANJUNGPINANG–Untuk pengendalian dan penghentian penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengeluarkan surat untuk Bupati dan walikota Se- Provinsi Kepulauan Riau.

Isinya menyebutkan agar masyarakat selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 berpedoman pada Surat Edaran Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Tahun 2021 ini mudik hari raya Idul Fitri dilarang.

Dan juga Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021bersama Surat Edaran Gubenur Kepulauan Riau mengeluarkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442H/2021M dalam Kondisi Darurat Covid 19 di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca:   Persiapan PON, Komisi X DPR RI dan Kemenpora Kunker ke Pemprov Sumut

“Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, bersama ini kami sampaikan kepada para Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepulauan Riau untuk dapat memastikan penyelenggaraan ibadah selama Ramadhan di masjid dan mushalla dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” isi dari surat edaran Gubernur Kepri tertanggal 2 Mei 2021.

Isi dari surat itu meliputi Pelaksanaan desinfeksi secara berkala pada ruangan masjid/mushalla, Penyediaan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) dengan air mengalir dan/atau handsanitaizer,  Penggunaan masker secara benar, Peniadaan kontak fisik antar jemaah, seperti bersalaman berpelukan dan lain-lain.

Baca:   Bupati Harap Pengungsi di Polman Kembali ke Majene

Juga Pengaturan jaga jarak minimal 1 meter antar perorangan, Pembatasan keterisian kapasitas masjid maksimal 50%, Menghimbau jemaah untuk membawa perlengkapan ibadah masing-masing, serta membatasi durasi pelaksanaan rangkaian ibadah berjamaah di masjid.

Gubernur Kepri juga Mengimbau masyarakat untuk melaksanakan kegiatan sahur dan buka puasa selama bulan Ramadhan 1442 Hijriyah/Tahun 2021 bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

“Melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di tempat dan fasilitas umum pada malam hari, maksimal sampai dengan pukul 22.00 WIB. Serta meniadakan pelaksanaan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah,” tambahnya.

Baca:   Warga Bangka Belitung Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Di hari lebaran meniadakan penyelenggaran open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah khususnya bagi pejabat dan aparatur pemerintahan/ASN, serta menghimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan kunjungan silaturahmi tatap muka.

Di samping itu juga meningkatkan upaya pengawasan, pendisiplinan masyarakat dan penegakan protokol kesehatan di fasilitas peribadatan serta tempat dan fasilitas umum lainnya, yang dilakukan oleh Satuan Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten/Kota bersama unsur TNI-Polri.(cr11)

Komentar

Berita Lainnya