oleh

Jaksa Sudah Periksa 160 Saksi Termasuk Pejabat Tinggi Kabupaten

KARANGASEM – Pihak Kejaksaan Negeri, telah memeriksa 160 saksi dalam kasus dugaan korupsi bedah rumah di Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali.

Selain menetapkan tersangka, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk pejabat tinggi Kabupaten Karangasem.

Saksi-saksi yang telah diperiksa, di antaranya, warga penerima bansos bedah rumah, pemilik toko bangunan, dan kepala dusun.

Pegawai Bank BPD Bali hingga pejabat Dinas Perkim dan pejabat dari BPKAD Karangasem pun turut diperiksa terkait penggunaan dana Rp 20 miliar lebih itu.

Baca:   Kabupaten Lamongan Digerojok Rp107 Miliar di 1.074 Titik, Fokus Pembangunan Desa

Pada Senin 3 Mei 2021, giliran pejabat tinggi Karangasem yang diperiksa.

Pemeriksaan dilakukan terkait prosedur dan proses penerimaan dana BKK untuk bantuan bedah rumah sebanyak 405 unit di Tianyar Barat.

Kasi Intel Kejari Karangasem IDG Semara Putra, Mingu (2/5/2021) menyatakan, pihaknya akan terus mendalami kasus ini agar semua jelas dan terang benderang.

Dia mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi yang sudah menetapkan 5 orang tersangka itu, sudah masuk pemberkasan perkara.

Bahkan bekas yang ada juga sedang dipieriksa jaksa peneliti yang ditunjuk Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi SH.MH, agar secepatnya tuntas.

Baca:   Tetua Adat Bali Marah, Massa Ancam Lapor Balik Arya Wedakarna

Terdapat dugaan, dana BKK bedah rumah itu, mengalir ke sejumlah pihak.

Termasuk ke beberapa Kepala Dusun (Kadus) yang ada di Desa Tianyar Barat, dengan total dana dugaan korupsi sekitar Rp 5 miliar.

Dikatakan, aliran dana ini masih didalami penyidik. Misalnya, aliran dana untuk fee kadus dan fee untuk dua pemilik rekening simpanan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pihak Kejari Karangasem sejauh ini telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah APJ (Perbekel Desa Tianyar Barat) IGS (Kaur Keungan/Bendahara) dan IGT, IGSJ.

Baca:   Ayu Ting Ting Batal Nikah, Kolom Komentar Instagram Dibatasi

Kemudian IKP, warga penerima hibah sekaligus pemilik dua rekening simpanan dan juru pesan barang (juru beli) bahan bangunan.

Informasi yang dihimpun dari sumber berkompeten menyebutkan, 12 Kadus di Desa Tianyar Barat dikabarkan sudah menerima “angpao” dari proyek bedah rumah tersebut.

Selain itu mereka juga mendapatkan jatah 1 unit sepeda motor NMAX. Namun Dewa Gede Semara Putra, mengaku belum tahu soal ini. (ger/bfn)

Komentar

Berita Lainnya