oleh

Doni Monardo: Mudik dan Silaturahmi Virtual, Kenapa Tidak?

CILACAP – Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat diminta menunda tradisi mudik, mengingat grafik kasus positif melonjak pasca libur panjang.

Tradisi ini umumnya dipenuhi interaksi fisik, seperti berjabat tangan atau berpelukan. Hal ini berpotensi menjadi titik awal penularan Covid-19.

Terlebih lagi apabila terdapat kelompok rentan seperti Ibu hamil, anak-anak, dan kelompok lanjut usia (Lansia).

Baca:   6,4 Km Sudah Bisa Dilalui, Tol Kota Bengkulu-Taba Penanjung Tinggal 47,5 Persen

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C) Doni Monardo menyampaikan, salah satu penyebab penularan apabila terjadi mudik lebaran adalah melalui Orang Tanpa Gejala (OTG).

Hal ini disampaikan saat memberikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021).

Baca:   Gol Menit Terakhir Lascelles Loloskan Newcastle dari Kekalahan

“Yang berbahaya itu yang tidak ada gejala tapi positif, ini yang bahaya, karena tidak sadar sudah menulari,” kata Doni.

Selain itu, Doni berpesan agar posko mudik juga dapat memfasilitasi penyediaan jaringan komunikasi digital.

“Berikan ruang untuk bisa berkomunikasi melalui mudik virtual, posko juga menyediakan mudik virtual ini,” tambah Doni.

Peran kearifan lokal juga diharapkan mampu untuk menjadi mitigasi awal bagi para warga yang tingal di daerah rawan bencana.

Baca:   Anies Belum Sembuh, Wagub Akui Terjadi Lonjakan Kasus di DKI

Oleh karena itu, masyarakat diminta bertindak secara bijak menyikapi pandemi.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, silaturahmi dapat dilakukan secara virtual.

Hal ini bertujuan untuk menjaga keluarga di kampung halaman serta dapat mengurangi angka penularan Covid-19. (*)

– Sumber: bnpb.go.id

Komentar

Berita Lainnya